Ternyata Aku Belum Sembuh

Setiap kali aku melihat mereka, seperti terasa sesak di dada yang tidak bisa aku ungkapkan pada siapa pun itu.

Aku menyimpan itu sendirian, selama bertahun-tahun.

Melihat mereka semua bersama, bukan membuat aku merasa senang atau biasa saja, tapi justru membuatku benci, sakit dan kesepian.

Aku masih memiliki banyak teman, bahkan saat ini aku mempunyai teman hidupku. Tetapi, setiap kali melihat mereka, aku tetap merasa kesepian.

Ada yang hilang, ada hal menyakitkan setiap kali aku mengingat itu.

Kejadian itu bermula saat aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, saat itu, aku masih bersama mereka.

Bahagia sekali rasanya! Tak terbendung kebahagiaanku saat bersama mereka. Mengarungi kehidupan masa-masa awal remaja bersama, tertawa bersama, berbagi kebahagiaan dan kesedihan bersama. Aku lupa, bagaimana kehadiran kami semua tercipta saat itu.

Entah kalau bukan karena si Lucu itu yang membuang angin, sepertinya aku tidak bisa merasakan kebahagiaan bersama mereka, walau cuman sekali.

Aku tidak tahu bagaimana, dan keputusan apa yang akhirnya membuat mereka untuk tidak lagi bersamaku.

Kenapa ya?

Pertanyaan yang selalu aku pertanyakan setiap hari sejak kejadian itu. Bahkan sampai detik ini. Seperti ada ingatanku yang terselip, yang tidak ingin aku ingat sehingga aku masih mempertanyakan keputusan mereka sampai saat ini.

Aku kecewa. Aku marah. Aku benci, setiap kali melihat mereka tertawa bahagia bersama.

Aku selalu berharap, mereka menyesali keputusan yang dibuat saat itu. Aku berharap setidaknya saat aku tiada nanti, mereka menangisi aku, menangis tersedu-sedu dan memohon ampun padaku.

Karena, aku masih mengingat betul kenangan manis kami saat itu.

Aku merasa hangat. Hangat sekali saat bersama mereka kala itu. Merasakan bagaimana kekuatan sebuah tali persahabatan yang ternyata pada akhirnya, mereka hanya menganggap aku bukan seorang sahabat. Hanya menganggap aku bagian dari sebuah 'gank', dan ternyata....

Aku keliru, dan aku yang salah.

Salah mengartikan kehangatan, kebahagiaan dan semua canda tawa kami bersama.

Hanya aku, yang masih terikat masa lalu.

Dan aku, akan membawa itu sampai kapan pun, bahkan sampai aku mati.

Aku harap, mereka....

Comments

Popular Posts