Ketika Kita Bisa Menerima
Judul dari tulisan ini merupakan sebuah topik yang seharian ini saya bicarakan dengan teman-teman, dan bahkan ketika sedang sesi deeptalk bersama Ibu saya. Jadi, titik beratnya adalah ketika kita bisa menerima sebuah jawaban dari do'a yang terpanjatkan.
Begini, sering kali kita berdo'a meminta sesuatu hal yang mungkin sangat kita inginkan. Tetapi pada kenyataannya, kita malah mendapatkan hal yang tidak kita inginkan. Lalu muncul sebuah rasa kekecewaan yang menurut saya lumrah sekali jika kita sebagai manusia merasakan hal tersebut.
Lalu, apakah kita harus bisa menerimanya? Memang seharusnya demikian. Karena itu merupakan sikap husnudzon kita kepada Allah, Dzat Yang Maha Mengabulkan segala do'a. Dan bahkan, tidak sedikit juga dari kita yang justru malah tidak menerima hal itu. Apakah itu wajar?
Jadi saya akan memaparkan beberapa opini saya terkait hal ini. Kewajaran itu terkadang akan menimbulkan sebuah kebiasaan. Yang akhirnya, dapat membuat diri kita jadi lebih sering berpikir begitu, dikarenakan sebuah mindset wajar yang terjadi secara terus menerus, lalu akan menutupi berbagai hal baik yang mungkin terkandung di dalamnya. Jadi, balik lagi, ketika kita mewajarkan sebuah tindakan yang bertentangan seperti pikiran untuk tidak bisa menerima atau tidak bisa ikhlas dengan apa yang kita dapatkan, jelas tidak seharusnya demikian. Lalu bagaimana seharusnya? Ya, yang seharusnya dilakukan adalah jelas bisa menerima atau ikhlas dengan apapun hasil dari do'a-do'a kita. Karena apa? Itulah versi terbaik dari apa yang selama ini kita panjatkan kepada Allah. Dan menurut saya hal itu sangat berbeda dengan kekecewaan, karena mungkin itu adalah sebuah ekspresi kesedihan yang wajar saja dimiliki setiap manusia. Tapi kecewa juga bukan berarti tidak ikhlas akan sebuah hal. Saya juga tidak terlalu paham secara rinci terkait esensi ikhlas, tetapi dari perilaku kita yang bisa menerima dengan lapang dada, itu juga sudah menunjukkan keikhlasan itu sendiri.
Jadi sikap kita untuk selalu ber-husnudzon, terutama ketika sedang berdo'a, adalah sebuah keharusan. Agar kita bisa ikhlas juga bersyukur dengan apa saja yang kita dapatkan atau kita miliki sehingga, konsep kenikmatan yang akan terus bertambah dari Allah akan selalu kita dapatkan. Juga, menjadikan kita sebagai orang yang bisa selalu berpikiran positif pada setiap hal.
Wallahua'lam bish-shawab.
Comments
Post a Comment